,,,,,,,,KETIKA…….
Ketika kita bertemu dengan seseorang yang sempurna
yang kita cintai di saat yang tepat,
di tempat yang tepat
dan di waktu yang tepat,
itu adalah kesempatan
Saat kita bertemu seseorang yang sangat menarik hati,
itu bukan pilihan,
itu adalah kesempatan
Selalu bersama/bertemu
dalam suatu waktu
(dan banyak pasangan yang jadian karena hal ini)
bukanlah suatu pilihan,
itu juga suatu kesempatan.
Perbedaannya adalah setelah semuanya itu terjadi.
Kapan kau akan membawa rasa cinta,
suka,
ketertarikan tersebut
naik ke tingkat selanjutnya?
ketika akal sehat kembali,
aku,..
kau..
n kita
semua duduk
dan
menimbang kembali
apakah kau ingin melanjutkan
hubungan tersebut
atau melepaskannya
J
ika kau memilih
untuk mencintai
seseorang tersebut,
meskipun dengan
segala kekurangannya,
itu bukanlah kesempatan,
itu adalah pilihan.
Disaat kita memilih
untuk bersama
dengan seseorang,
t
idak peduli dengan hal lainnya,
itu adalah pilihan.
Meskipun kita tahu
banyak orang di luar sana
yang lebih menarik,
pintar,
dan lebih kaya daripada
pasangan kita,
dan ya,
kita memutuskan
untuk tetap mencintai pasangan kita dengan apa adanya,
itu adalah pilihan.
Cinta, suka, ketertarikan datang kepada kita dari kesempatan.
Tetapi cinta sejati itu adalah sungguh-sungguh suatu pilihan.
Sebuah pilihan yang kita buat.
Berkenaan dengan teman sejiwa,
"Nasib membawamu untuk bersama,
tetapi untuk tetap bersama sampai akhir itu
semua tergantung dari dirimu.
"
Aku percaya bahwa teman sejiwa itu benar-benar ada.
Bahwa ada seseorang khusus diciptakan untuk kita.
Tetapi itu masih tetap tergantung pada
diri kita
untuk membuat pilihan tersebut apakah kau..aku..
akan melakukannya atau tidak.
Kita mungkin
akan menemukan teman sejati kita
dengan kesempatan
yang ada, t
etapi untuk mencintai dan bersama
dengan teman sejiwa kita,
itu adalah tetap pilihan kita
untuk mewujudkannya.
Kita datang ke dunia ini bukan
untuk mencari
seseorang yang sempurna,
untuk mencintai…
Tetapi
untuk belajar bagaimana
mencintai seseorang yang
tidak sempurna dengan sempurna…

Leave a Reply